Wisata Sejarah di Garut
Sebagai warga Garut kali ini ane mau berbagi tentang seputar salah satu tujuan wisata yang ada di kabupaten Garut, Provisnsi Jawa Barat, Indonesia. Yaitu Candi Cangkuang yang terletak di Kampung Pulo, desa cangkuang, Kecamatan Leles, Garut. Nah Candi Cangkuang ini merupakan situs candi peninggalan Hindu yang diperkirakan dibangun sekitar abad ke-8. Selain itu di lokasi candi juga terdapat makam kuno Islam yang berada persis di samping bangunan candi.
Tepat disamping candi juga terdapat makam kuno Islam, serta tidak jauh dari lokasi candi juga terdapat Pemukiman Adat Kampung Pulo, pemukiman adat ini sangatlah unik, karena hanya terdiri dari 6 rumah dengan 6 kepala keluarga. Selain itu juga terdapat sebuah Situ (Danau) yang menambah cantik pemandangan di sekitar candi. Satu lagi nih ada juga museum yang juga letaknya cukup dekat dengan situs candi Cangkuang.
Keunggulan Candi Cangkuang
Berikut ane mau sampaikan beberapa keunggulan dari objek wisata Candi Cangkuang yang ane himpun dari beberapa sumber. Semoga menjadi bahan referensi aganda liburan sobat-sobat semua yang masih kebingungan menentukan tempat yang asyik buat ngabisin akhir pekan bersama keluarga.Candi Hindu Pertama di Tatar sunda
Candi Cangkuang merupakan Candi Hindu yang pertama kali ditemukan di tatar Sunda. Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1996 oleh tim peneliti Harsoyo dan Uka Tjandrasasmita berdasarkan laporan Vorderman dalam buku yang berjudul Notulen Bataviaasch Genotschap terbitan tahun 1893 mengenai adanya sebuah arca yang rusak serta makam kuno di bukit Kampung Pulo, Leles.Bangunan Candi Cangkuang yang sekarang berdiri kokoh dan dapat kita saksikan hingga saat ini merupakan hasil pemugaran yang diresmikan pada tahun 1978. Namun bentuk asli dari Candi Cangkuang ini belumlah diketahui, karena sesungguhnya Candi Cangkuang yang terlihat sekarang ini merupakan hasil rekayasa konstruksi, sebab bangunan aslinya hanya 40%-an.
Situ (Danau) Cangkuang
Candi Cangkuang di kelilingi oleh sebuah Situ (Danau dalam bahasa Indonesia). Jadi ketika kita hendak menuju lokasi Candi cangkuang kita harus menyebrangi Situ tersebut dengan menggunakan rakit yang banyak disewakan oleh penduduk sekitar Situ Cangkuang, untuk masaslah harga sewa rakit tenang aja nggak terlalu menguras isi dompet. Meskipun ukurannya nggak terlalu luas seperti kebanyakn situ (danau) pada umumnya. Namun Situ Cangkuang inilah yang menambah cantik suasana di Candi Cangkuang.Makam Kuno
Yang menambah keunikan objek wisata Candi Cangkuang adalah terdapat sebuah makam kuno Islam, makam tersebut kemudian diketahui sebagai makam Arief Muhammad yang oleh masyarakat sekitar disebut sebagai Makam Embah Dalem. Beliau diyakini sebagai sesepuh pendiri daerah tersebut. Makam ini terletak tepat disamping Candi cangkuang yang notabene merupakan candi Hindu. Arief Muhammad adalah seorang senopati dari kerajaan Mataram Islam. Di tempat ini beliau menyebarkan agama Islam kepada masyarakat sekitar yang sebelumnya beragama Hindu.Ini merupakan sebuah bukti bahwa tolerasni beragama dan inkulturasi budaya di daerah ini masih sangat kuat, Hal ini terbukti dari letak makam Arief Muhammad yang notabene merupakan seorang pemuka agama Islam yang letaknya berdampingan dengan Candi Cangkuang yang notabene merupakan candi agama Hindu.
Pemukiman Adat kampung Pulo
Kampung Pulo merupakan sebuah kampung kecil, yang terdiri dari enam rumah dengan enam kepala keluarga serta satu masjid sebagai tempat beribadah. Di kampung Pulo ada sebuah aturan yang sudah turun temurun harus dipatuhi hingga saat ini. Sudah menjadi menjadi ketentuan adat bahwa jumlah rumah dan kepala keluarga itu harus enam dengan susunan tiga rumah diseblah kanan dan tiga rumah disebelah kiri yang saling berhadapan ditambah sebuah masjid.Deretan dan bangunan rumah di Kampung Pulo ini tidak boleh ditambah ataupun dikurangi. Jadi ketika ada anggota keluarga yang menikah, keluarga baru itupun harus segera meninggalkan kampung adat tersebut dan diberi waktu paling lambat dua minggu setelah pernikahan.
Museum Candi Cangkuang
Beberapa meter dari Candi Cangkuang terdapat sebuah museum. Di museum ini menyimpan foto tentang penelitian Candi Cangkuang, ada juga koleksi naskah kuno yang pastinya mampu menarik perhatian banyak pengunjung. Naskah yang terdapat di museum Candi Cangkuang berjumlah kurang lebih 18 naskah, serta ada juga koleksi barang antik yeng berhasil ditemukan.Akses Jalan Menuju Candi Cangkuang
Bagi sobat-sobat yang hendak berangkat dari Jakarta, akses menuju lokasi tidaklah begitu sulit. Secara umum waktu yang dapat ditempuh sekitar 4-6 jam perjalanan tergantung hari libur atau bukan. Bagi yang hendak menggunakan kendaraan umum menuju lokasi, sobat-sobat bisa menaiki bus tujuan Garut dari terminal Lebak Bulus maupun terminal Kampung Rambutan, kemudian turun di Alun-alun kecamatan Leles, ada baiknya minta kondektur bus agar mengingatkan sobat-sobat, biar gak kebablasan.Selanjutnya sobat-sobat bisa melanjutkan perjalanan dengan menaiki delman atau andong menuju ke lokasi situs Candi Cangkuang, harganya pun relatif terjangkau, plus sobat-sobat bisa merasakan sensasi berbeda. Gak perlu khawatir bagi sobat-sobat yang takut naik delman atau andong, sobat-sobat bisa naik ojek menuju ke lokasi.
No comments:
Post a Comment