Mendaki Gunung Guntur
Persiapan
 |
| persiapan |
Berawal dari rencana untuk kumpul bareng kawan-kawan waktu Aliyah (SMA)
dulu, kami berencana untuk melakukan pendakian sekaligus kamping di Gunung Guntur, setelah berdiskusi di dunia maya, akhirnya kami semua sepakat untuk pergi berkemah di sekitar gunung Guntur
pada akhir tahun, karena mengingat udah banyak kawan-kawan ane yang sibuk dengan
berbagai macam pekerjaanya ataupun kesibukan lainnya, jadi akhir tahun menjadi moment yang pas
untuk mewujudkan rencana yang udah lama direncanain (maklum udah setaun lebih
tuh rencana dibahas). Akhirnya kesampaiannya juga.
Dengan rencana yang matang akhirnya kita sepakat untuk hiking/kamping ke Gunung Guntur yang terletak di kabupaten Garut. Rencana keberangkatan di mulai dari rumah ane.
Awal Perjalanan
 |
| perjalanan awal |
Rabu pagi semua sudah pada ngumpul dirumah ane, meskipun ada yang ngaret juga
(maklum banyak yang tinggal diluar Nagreg), setelah persiapan beres semua, kita
langsung caw memulai perjalanan. Mengawali perjalanan kami dari Kadngora, kami jalan kaki melewati persawahan dan rel kereta api untuk memotong
jalan menuju jalan raya Kadungora, Garut. (ngirit biar kagak naik angkot dari rumah) menjadi awal
perjalanan kita.
Setelah sampai di jalan raya kadungora kami langsung nyari tumpangan gratis mobil truk/bak
terbuka (ngirit lagi bro) menuju darerah Tanjung, Alhamdulillah akhirnya ada yang bawa juga, setelah beberapa saat menunggu pengemudi yang ikhlas bawa gerombolan ngirit kaya kita, hehe. Selain itu juga berkat keberanian
dan perjuangan temen ane yang gak usah disebut nama aslinya (sensor biar
kaya di tv-tv) sebut saja Rijal namanya.
Kaga sampe satu jam akhirnya kami sampai juga di pemberhentian pertama di daerah Tanjung. (langsung
loncat semua dari truk, sampe jengkol kececer dijalan) sambil ngucapin thank
you ama bapa supir.
Pemberhentian pertama terletak didekat SPBU daerah Tanjung
Garut, abis itu kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki lagi nih bro, sambil berharap ada truk yang
mau narik pasir lewat, katanya sih biasanya banyak truk pengangkut pasir yang hilir mudik,
maklum karena ada penambangan pasir dikawasan kaki gunung Guntur (kaga tau
legal apa kagak). Akhirnya setelah hampir separo perjalanan menuju kaki gunung Guntur ada
juga truk yang lewat yang sudah terisi oleh pendaki gunung yang lain, kita
semua langsung minta tumpangan, seakan sudah mengerti pak supir pun langsung
menghentikan mobiln trukya (akhirnya dapat tumpangan Gratis lagi nih).
Medan yang terjal selama perjalanan menuju tempat penggalian pasir yang
terletak di kaki gunung Guntur, karena jalannya yang terjal oleh bebatuan,
sehingga kita harus berhati-hati duduk dalam truknya, karena bisa-bisa
terlempar dari bak truk yang terus berguncang selama perjalanan, dengan
perjanan kurang lebih 10 – 15 menit akhirnya kita sampai di tempat penggalian
pasir.yang sekaligus menjadi titik awal pendakian yang sesungguhnya.
Pendakian Dimulai
Perjalanan kita lanjutkan dengan jalan kaki ( no tumpangan lagi bro). Rute
pertama kita adalah curug satu/pos satu jalur pendakian, pendakian awal ini
cukup berat banget sehingga menguras tenaga ane, lain halnya dengan kawan-kawan ane yang keliatannnya masih kuat, karena ane liat kawan-kawan yang lain tampak
masih bersemangat, maklum ane masih pemula nih. Trek menuju pos satu ini
dipenuhi oleh kerikil-kerikil yang ditumbuhi rumput-rumput liar, meski
tanjakannya gak terlalu curam dan masih terdapat jalur datar, tapi capenya
lumayan nih bro dan cukup menguras keringat.
Dengan perjuangan yang cukup berat akhirnya kita nyampe juga di pos/curug satu, disitu udah banyak pendaki lain yang sedang beristirhat, untuk
menghilangkan rasa lelah dan dahaga, sekaligus menikmati indahnya pemandangan alam.
Berhubung ketika kami sampai waktu sudah hampir jam satu, kami sempatkan untuk shalat dzuhur terlebih dahulu di sebuah saung (gazebo) yang tak jauh
dari curug, setelah itu segera beranjak mencari tempat untuk mendirikan tenda,
sekaligus menyiapkan makanan untuk makan siang, namun rombongan kami sempat
terpisah menjadi dua kelompok. Ane dan lima kawan lainnya mendirikan tenda
dikawasan yang tak jauh dari curug satu. namun lima kawan ane yang lain malah
melanjutkan pendakian menuju pos dua, karena miss komunikasi. Ane dan
kawan-kawan baru nyadar setelah lebih dari setengah jam lima kawan ane yang lain
belum muncul-muncul, padahal lokasi tak begitu jauh dari curug satu. Dengan
koordinasi yang intens, akhirya kami semua bisa berkumpul kembali.
Menjelang sore hari, sempat turun hujan agak deras, kami pun memutuskan untuk berteduh menunggu hujan reda, untungn hujannya tak berlangsung lama, sehingga cuaca kembali
cerah namun sedikit berkabut, kami pun segera menyiapkan api unggun sekaligus
memanaskan air untuk membuat secangkir kopi untuk menghangatkan suasana. Suasana ceria nampak dari kawan-kawan ane.
Sambil bercanda gurau kami semua menikmati secangkir kopi yang dinikmati
bersama-sama. Hampir semalaman kami habiskan waktu untuk menikmati indahnya kebersamaan.
 |
| api unggun |
Menjelang pagi hari kami bersiap untuk melanjutkan pendakian menuju puncak
gunung Guntur, setelah semua siap kami langsung caw. Jalur yang kami lewati cukup
terjal, curam dan sedikit pepohonan, serta sudah tidak ada lagi sumber air yang
kami lewati, karena ada dua jalur pendakian dari curug I, jalur kanan dan kiri
kebetulan kami melewati jalur kiri maka dipastikan tak ada lagi sumber air yang
kami lewati. Sedikit saran buat kalian yang ingin mendaki gunung Guntur baiknya
melewati jalur kanan, karena sepanjang jalur ini kalian masih bisa melewati
sumber air, yaitu di pos 2 dan 3, setidaknya kalian bisa meminimalisir
kekurangan bekal air di puncak, karena dipuncak sudah tidak ada sumber air, namun jalannya agak
sedkit lebih terjal dari jalur kiri.
Selamat Datang Gunug Guntur 2.249 mdpl
Setelah pendakian panjang dan sangat melelahkan, akhirnya kami sampai di puncak Gunung Guntur yang memiliki ketinggian 2.249 meter diatas permukaan laut. semua rasa lelah kami terbayar dengan karunia tuhan yang sangat mempesona, di puncak gunung kita bisa melihat sekeliling kota garut dari ketinggian, tak heran banyak pendaki bukan hanya dari kota garut bahkan dari luar kota, seperti jakarta, bandung, tangerang, dan masih banyak lagi.
 |
| puncak gunung guntur |
 |
| puncak gunug guntur, Garut |