Mendaki Gunung Guntur
Persiapan
| persiapan |
Dengan rencana yang matang akhirnya kita sepakat untuk hiking/kamping ke Gunung Guntur yang terletak di kabupaten Garut. Rencana keberangkatan di mulai dari rumah ane.
Awal Perjalanan
| perjalanan awal |
Kaga sampe satu jam akhirnya kami sampai juga di pemberhentian pertama di daerah Tanjung. (langsung
loncat semua dari truk, sampe jengkol kececer dijalan) sambil ngucapin thank
you ama bapa supir.
Pemberhentian pertama terletak didekat SPBU daerah Tanjung Garut, abis itu kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki lagi nih bro, sambil berharap ada truk yang mau narik pasir lewat, katanya sih biasanya banyak truk pengangkut pasir yang hilir mudik, maklum karena ada penambangan pasir dikawasan kaki gunung Guntur (kaga tau legal apa kagak). Akhirnya setelah hampir separo perjalanan menuju kaki gunung Guntur ada juga truk yang lewat yang sudah terisi oleh pendaki gunung yang lain, kita semua langsung minta tumpangan, seakan sudah mengerti pak supir pun langsung menghentikan mobiln trukya (akhirnya dapat tumpangan Gratis lagi nih).
Medan yang terjal selama perjalanan menuju tempat penggalian pasir yang terletak di kaki gunung Guntur, karena jalannya yang terjal oleh bebatuan, sehingga kita harus berhati-hati duduk dalam truknya, karena bisa-bisa terlempar dari bak truk yang terus berguncang selama perjalanan, dengan perjanan kurang lebih 10 – 15 menit akhirnya kita sampai di tempat penggalian pasir.yang sekaligus menjadi titik awal pendakian yang sesungguhnya.
Pendakian Dimulai
Perjalanan kita lanjutkan dengan jalan kaki ( no tumpangan lagi bro). Rute pertama kita adalah curug satu/pos satu jalur pendakian, pendakian awal ini cukup berat banget sehingga menguras tenaga ane, lain halnya dengan kawan-kawan ane yang keliatannnya masih kuat, karena ane liat kawan-kawan yang lain tampak masih bersemangat, maklum ane masih pemula nih. Trek menuju pos satu ini dipenuhi oleh kerikil-kerikil yang ditumbuhi rumput-rumput liar, meski tanjakannya gak terlalu curam dan masih terdapat jalur datar, tapi capenya lumayan nih bro dan cukup menguras keringat.
Dengan perjuangan yang cukup berat akhirnya kita nyampe juga di pos/curug satu, disitu udah banyak pendaki lain yang sedang beristirhat, untuk menghilangkan rasa lelah dan dahaga, sekaligus menikmati indahnya pemandangan alam.
Berhubung ketika kami sampai waktu sudah hampir jam satu, kami sempatkan untuk shalat dzuhur terlebih dahulu di sebuah saung (gazebo) yang tak jauh dari curug, setelah itu segera beranjak mencari tempat untuk mendirikan tenda, sekaligus menyiapkan makanan untuk makan siang, namun rombongan kami sempat terpisah menjadi dua kelompok. Ane dan lima kawan lainnya mendirikan tenda dikawasan yang tak jauh dari curug satu. namun lima kawan ane yang lain malah melanjutkan pendakian menuju pos dua, karena miss komunikasi. Ane dan kawan-kawan baru nyadar setelah lebih dari setengah jam lima kawan ane yang lain belum muncul-muncul, padahal lokasi tak begitu jauh dari curug satu. Dengan koordinasi yang intens, akhirya kami semua bisa berkumpul kembali.
Menjelang sore hari, sempat turun hujan agak deras, kami pun memutuskan untuk berteduh menunggu hujan reda, untungn hujannya tak berlangsung lama, sehingga cuaca kembali cerah namun sedikit berkabut, kami pun segera menyiapkan api unggun sekaligus memanaskan air untuk membuat secangkir kopi untuk menghangatkan suasana. Suasana ceria nampak dari kawan-kawan ane. Sambil bercanda gurau kami semua menikmati secangkir kopi yang dinikmati bersama-sama. Hampir semalaman kami habiskan waktu untuk menikmati indahnya kebersamaan.
| api unggun |
Menjelang pagi hari kami bersiap untuk melanjutkan pendakian menuju puncak
gunung Guntur, setelah semua siap kami langsung caw. Jalur yang kami lewati cukup
terjal, curam dan sedikit pepohonan, serta sudah tidak ada lagi sumber air yang
kami lewati, karena ada dua jalur pendakian dari curug I, jalur kanan dan kiri
kebetulan kami melewati jalur kiri maka dipastikan tak ada lagi sumber air yang
kami lewati. Sedikit saran buat kalian yang ingin mendaki gunung Guntur baiknya
melewati jalur kanan, karena sepanjang jalur ini kalian masih bisa melewati
sumber air, yaitu di pos 2 dan 3, setidaknya kalian bisa meminimalisir
kekurangan bekal air di puncak, karena dipuncak sudah tidak ada sumber air, namun jalannya agak
sedkit lebih terjal dari jalur kiri.
Selamat Datang Gunug Guntur 2.249 mdpl
Setelah pendakian panjang dan sangat melelahkan, akhirnya kami sampai di puncak Gunung Guntur yang memiliki ketinggian 2.249 meter diatas permukaan laut. semua rasa lelah kami terbayar dengan karunia tuhan yang sangat mempesona, di puncak gunung kita bisa melihat sekeliling kota garut dari ketinggian, tak heran banyak pendaki bukan hanya dari kota garut bahkan dari luar kota, seperti jakarta, bandung, tangerang, dan masih banyak lagi.
| puncak gunung guntur |
| puncak gunug guntur, Garut |