Translate

Wednesday, 13 April 2016

Sabang Surganya Pecinta Bahari, Pariwisata Kelas Dunia di Aceh

”Pariwisata
"Dari Sabang sampai Merauke
Bejajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia"
Sabang
Add caption
Berikut Adalah kutipan lagu wajib nasional karya dari R. Suharjo

Wednesday, 3 February 2016

Wisata Pantai Makassar

Pantai Akkarena

Pantai Akkarena Makassar
Makassar memang sangat terkenal akan wisata bahari yang sangat cantik nan mempesona. Di sepanjang pesisir kota Makassar ini, kita akan menjumpai berbagai macam pantai dengan ciri serta corak keindahannya masing-masing bro.  Yang bisa membuat sobat-sobat berdecak kagum akan keindahannya,

Nah sebelumnya nih diblog ini ane udah ngebahas panjang namun tak begitu lebar tentang keindahan Pantai Losari. Sekarang ane mau berbagi kembali nih tentang salah satu objek wisata pantai yang menawan akan keindahannya, yang terletak di kota Makassar, Seulawesi Selatan - Indonesia yaitu Pantai Akkarena Tanjung Bunga.

Lokasi Pantai Akkarena tidak begitu jauh jaraknya dari lokasi Pantai Losari. Tepatnya di jalan Metro Tanjung Bunga Makassar. Letaknya yang sangat strategis, karena berdekatan dengan pusat bisnis dan hunian elite di Makassar. Jadi cukup mudah untuk menuju lokasi wisata ini dari pusat kota Makassar, maupun dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Jadi buat sobat-sobat yang berada di luar pulau Sulawesi yang ingin mengunjungi wisata pantai ini akses yang dilalui cukup mudah kok.

Mumpung waktu itu ane kebetulan lagi tugas di Makassar, jadi ane juga nggak mau ngelewatin kesempatan untuk menikmati keindahan pantai yang satu ini sob. Biar kata nih sambil menyelam minum es dawet nih, hehe. Saran juga nih buat sobat-sobat yang pengen traveling ke lokasi-lokasi wisata nan jauh disana yang biayanya lumayan menguras isi dompet. Sobat-sobat bisa coba trik ane nih, ketika ada mutasi kerja atau dapet Job (pekerjaan) ke luar daerah, ke luar pulau bahkan ke luar negri sekalipun ambil aja, nggak usah takut ninggalin kampung halaman sob. setidaknya kita bisa travelling dengan modal gratisan sekaligus menambah penghasilan.

Balik lagi nih kita ngebahas tentang keindahan Pantai Akkarena. Di pantai ini kita dimanjakan dengan berbagai fasilitas mulai dari ruang ganti pakaian, toilet, kamar bilas, loker, restoran yang menyajikan masakan lokal bahkan internasional, penginapan di area pantai, taman cantik yang dilengkapi kursi-kursi untuk bersantai bersama keluarga atau orang tercinta, arena bermain anak, serta tersedia juga berbagai macam permainan seperti banana boat, jet sky, dan masih banyak lagi. serta tak ketinggalan ada juga dermaga sepanjang kurang lebih 150 meter yang menambah cantik pantai ini.

Menurut ane di pantai Akkarena ini sangat cocok banget buat nyantai sendirian maupun kumpul bareng keluarga, teman, bahkan tambatan hati, heee (buat yang udah nikah ya biar halal). Apalagi menjelang sore hari kita bisa duduk santai ditemani deburan ombak yang hilir mudik menghibur, belaian angin nan sejuk meraba tubuh, serta matahari yang seaakan sedang berpamitan pergi yang kemudian di sambut sang rembulan yang siap menggantikan kepergian sang matahari. Memang pengalaman yang berbeda bisa menghabiskan waktu di sore hari di pinggir pantai, dan salah satunya di Pantai Akkarena.

Disini juga biasanya disediakan perahu-perahu kecil, speed boot, dll. untuk menyebrang ke pulau-pulau kecil yang letaknya tak jauh dari pantai Akkarena. Di Makassar memang banyak terdapat pulau-pulau kecil yang indah baik yang berpenghuni maupun yang tidak berpenghuni, seperti pulau samalona yang menyuguhkan wisata pantai pasir putih. Jadi kalo sobat-sobat ingin menjelajahi lebih banyak lagi wisata pantai di kota Makassar, sobat-sobat bisa menyewa perahu dari pantai ini.

Derrmaga Pantai Akkarena

Nuansa Romantisme dapat dirasakan di pantai ini, bagi sobat-sobat yang ingin menikmati keindahan Pantai Akkarena tiket yang ditawarkan cukup terjangkau, ditambah area parkir kendaraan yang cukup luas. Oh iya di Pantai Akkarena juga merupakan tempat yang cocok untuk menikmati Sunset sambil bersantai di pinggir pantai ditemani angin sepoi-sepoi yang menambah nuansa romantisme di pantai ini. Wisata pantai ini akan di tutup pada jam 22:00 Wita, tapi ketika pengunjung ramai atau pada akhir pekan pantai ini di tutup sampai jam 24:00 Wita.

Di pantai Akkarena juga biasanya suka ada live musiknya loh. Jadi kita sambil bersantai bisa sambil mendengarkan alunan musik yang menambah suasana semakin romantis dan menyenangkan. Nggak salah deh kalau pantai ini menjadi lokasi favorit untuk berlibur baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Ane juga terkesan akan semua keindahan yang disuguhkan pantai ini. Sehingga membuat ane rindu ingin berkunjung kembali.

Talaga Bodas Garut

Surga Tersembunyi di Swiss Van Java (Garut)

Talaga Bodas

Emang nggak salah nih banyak yang bilang kota Garut itu Swiss Van Java, karena di kota Garut banyak menyimpan sejuta pesona yang dapat memanjakan mata, salah satunya objek wisata Talaga Bodas. Nah kali ane mau berbagi pengalaman ane waktu melancong ke Talaga Bodas.

Perjalanan menuju lokasi Talaga Bodas

Talaga Bodas ini berada di Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat-Indonesia. Berjarak kurang lebih 28 Km dari pusat kota Garut. Kawah Talaga Bodas merupakan kawah gungung Talaga Bodas yang membentuk sebuah telaga bersulfur jenuh berwarna putih. Kawasan wisata alam ini dikelola oleh BKSDA Jawa Barat.

Talaga Bodas berada diketinggian 1512 meter diatas permukaan laut, sedangkan gunung Talaga Bodas mempunyai ketinggian 2201 meter diatas permukaan laut . Nah puncak gunung Talaga Bodas ini juga sekaligus merupakan perbatasan kabupaten Garut dan kabupaten Tasikmalaya. Gunung ini juga merupakan satu dari lima gunung yang menjadi simbol lambang Kabupaten Garut.

Untuk menuju ke lokasi ini ane kebetulan naik motor, ketika memasuki sekitar pasar Wanaraja dari arah garut belok kanan, disitu kebetulan ada Penanda objek wisata Talaga Bodas. Nah dari belokan pasar Wanaraja ini ane mesti menempuh perjalanan kira-kira 14 km. ketika kilometer pertama setelah belokan dari pasar Wanaraja jalannya lumayan mulus, selanjutnya kita akan melewati jalan yang sedikit rusak dan berlubang. Namun di beberapa kilometer menuju lokasi jalan kembali mulus lagi. Oh iya akses jalan menuju lokasi ini cukup kecil hanya masuk satu mobil.

Jalan yang berliku dan menanjak dengan latar pemandangan bukit-bukit yang ditanami beraneka ragam sayur mayur. pokoknya selama perjalanan pun kalian sudah disuguhi oleh nuansa khas pegunungan yang sangat mempesona. Setelah itu kita akan menemui pertigaaan jalur talaga-karaha bodas, disitu ada beberapa warung. Ada baiknya kita berhenti dulu sejenak di lokasi pertigaan ini untuk menikmati pemandangan hamparan kota Garut nan cantik serta pemandangan Gunung "Piramida" Sadahurip dengan view terbaik sob. Jadi nggak ada salah untuk minum secangkir kopi dulu sambil memandangi karunia Tuhan yang menakjubkan, sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

talaga bodas
Sudah puas menikmati pemandangan Gunung "Piramida" Sadahurip, ane langsung melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata alam Talaga Bodas, yang jaraknya sudah tidak terlalu jauh.

Sesampainya dilokasi portal sekaligus tempat pembayaran tiket masuk, kita hanya bisa memarkir kendaraan di area parkir yang telah disediakan. Selanjutnya untuk melanjutkan ke lokasi Talaga Bodas yang berjarak kurang lebih 400 meter untuk menuju Kawah Talaga Bodas, disitu disediakan jasa tukang ojek untuk menuju lokasi. Namun menurut ane lebih baik berjalan kaki mengingat jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh.

Dengan berjalan kaki kita bisa menikmati pemandangan hutan yang menyuguhkan deretan pohon serta udara yang sejuk. Sangat sayang untuk dilewatkan sob.

Di lokasi taman wisata alam Talaga Bodas kita bisa melakukan berbagai aktivitas seperti hiking, tracking, serta camping, karena disini juga disediakan  camping area bagi ente yang demen menghabisakan malam ditempat yang bernuansa alam pegunungan. Bagi yang demen foto-foto atau berselfie ria di lokasi Talaga Bodas sangat cocok nih. Dengan background kawah telaga serta pegunungan yang mengelilinginya. Nggak salah banyak yang melakukan foto prawedding di lokasi ini.

Puas menikmati keindahan kawah Talaga Bodas ane ngelanjutin perjalanan menuju tempat pemandian air panas yang disediakan di lokasi. Untuk menuju lokasi pemandian ane menyusuri jalan setapak berpasir yang berada dipinggir sebelah kanan  kawah Talaga Bodas. Di pemandian tersebut tersedia dua kolam air panas belerang alami yang ukurannya lumayanlah. dengan view langsung kawah Talaga Bodas serta hutan disekitar ane jamin puas pokoknya, nggak usah khawatir nih kita cukup membayar seikhlasnya untuk bisa menikmati pemandian ini kepada petugas penjaga pemandian tersebut.

jembatan menuju kolam pemandian Talaga Bodas
Fasilitas disekitar lokasi pemandian cukup lengkap, yakni tersedia kamar mandi, kamar ganti pakaian, toilet serta Mushola.

Yang bikin nyaman di area Talaga Bodas itu nuansanya masih alami, tidak ada kios pedagang yang berjualan di area wisata. Karena Semua pedagang di lokalisasi di tempat parkir sekaligus pintu masuk menuju lokasi yang jaraknya lumayan dari area wisata Talaga Bodas.

Monday, 1 February 2016

Taman Nasional Bantimurung

Wisata ke Taman Nasional Bantimurung - Bulusaraung (TN Babul)

Lokasi Taman Nasional Bantimurung

Taman Nasional Bantimurung
Pada tahun 2013 waktu ane masih ditugasin kerja di Makassar, ane manfaatin tuh buat mengeksplor tempat wisata yang ada di provinsi Sulawesi Selatan, salah satunya berwisata ke lokasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung atau yang biasa disingkat TN Babul, letaknya di Provinsi Sulawesi Selatan tepatnya di kabupaten Maros.

Lokasinya yang tidak begitu jauh dari pusat kota Makassar yang notabene sebagai ibukota provinsi Sulawesi Selatan. Dari kota Makassar dengan jarak kurang lebih 140 Km,  waktu yang bisa ditempuh sekitar 1-2 jam perjalanan, lebih dekat lagi dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanudin. Kebetulan ane waktu itu berangkat dari kecamatan Panakukang, Makassar.  Sehingga jarak yang ditempuh lebih jauh dibanding kalo dari Bandara Sultan Hasanuddin yang lokasinya memang berada di perbatasan anatara kota Makassar dan kabupaten Maros.

Bersama kawan-kawan ane melakukan perjalanan dengan mengendarai sepeda motor dengan waktu tempuh kurang lebih sekitar satu setengah jam. Lumayanlah tidak terlalu jauh sama halnya perjalanan dari Bandung ke Garut kalo dibandingin mah, hee

Kelebihan  Taman Nasional Bantimurung

Yang menjadi daya tarik dari objek wisata ini karena memilki berbagai macam keunikan. Taman Nasional Bantimurung merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang menyuguhkan wisata alam berupa lembah bukit kapur yang curam  dengan vegetasi tropis yang merupakan habitat beragam spesies termasuk kupu-kupu, air terjun, dan gua-gua stalaknit dan stalakmit.

So buat yang suka menjelajah tempat-tempat yang "Back to Nature", cocok banget nih sob. Jadi menurut ane Taman Nasional Bantimurung wajib nih buat dikunjungin sob. hehe....

Air Terjun Bantimurung

Tempat pertama yang ane kunjungi ketika menginjakan kaki di Taman Nasional ini adalah air terjun yang tidak jauh dari pintu masuk. Disini kita dapat mandi langsung dibawah kucuran air terjun. Air terjun yang mengalir deras, serta aliran sungai dengan tepian batu raksasa yang diapit oleh tebing terjal yang kokoh, ditambah sejuknya udara menjadi sensasi berbeda dari objek wisata ini.

Air Terjun Bantimurung

Disini juga kita bisa berselancar menggunakan ban karet untuk meluncur ditepian air sungai yang berbatu kebagian kolam pemandian alam dibawahnya, ada juga nih kolam-kolam buatan disekitar air terjun bagi yang merasa takut untuk berenang disekitar air terjun.

Gua Batu Bantimurung

Sudah puas menikmati pemandangan disekitar air terjun, ane bareng kawan-kawan langsung ngelanjutin perjalanan menuju ke gua batu yang katanya lokasi nya berdekatan dengan mata air. Dari lokasi Air Terjun Bantimurung kita manaiki anak tangga yang lumayan cukup tinggi. Dengan menyusuri jalan setapak kami semua berjalan melewati lokasi yang cukup sunyi dan sepi, disebelah kanan jalan kita disuguhkan pemandangan aliran sungai yang menuju ke Air Terjun Bantimurung, sementara disebelah kiri jalan setapak yang kita lalui merupak semak belukar.

Setelah hampir 1 Km kita berjalan kaki, akhirnya kita sampai dekat pintu masuk gua. Disitu kita langsung disuguhkan oleh pemandangan mata air yang memanjakan mata, pokokya mantep banget sob pemandangannya gak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bagi yang suka foto-foto di lokasi ini cocok banget buat mengabadikan momen-momen seru bareng orang-orang terdekat. Selain itu juga disini banyak terdapat berbagai jenis Kupu-kupu. Bahkan spesies unik yang hanya terdapat di Sulawesi Selatan , yaitu Troides Halipron Boisduval, Troides Helena Linne, Troides Hypolitus Cramer, Papilo Adamanitus.

Mata air Bantimurung
Alfred Russel Wallace bahkan katanya menghabiskan sebagian hidupnya dikawasan ini untuk meneliti berbagai jenis kupu-kupu. Wallace menyatakan Bantimurung merupakan The Kingdom of Butterfly (Kerajaan kupu-kupu).
Pemandangan di sekitar Gua Batu
Balik lagi ke pembahasan awal nih, untuk masuk ke Gua Batu ini kita harus menggunakan penerangan, mengingat Gua ini sangat gelap. Nah disini kita bisa menyewa senter atau pun lampu petromak yang banyak disewakan oleh penduduk sekitar, sekaligus menjadikannya tour guide yang akan menjelaskan setiap sudut ruangan yang ada didalam Gua Batu tersebut, Lumayan buat nambah pengetahuan kan bro sekaligus memberikan mata pencaharian buat penduduk sekitar.

Seorang pria paruh baya yang kebetulan menyewakan lampu petromak dan menemani kita masuk kedalam Gua Batu, dulu katanya banyak orang yang berenang di Mata Air dekat Gua Batu ini, namun katanya banyak terjadi kecelakaan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Sehingga dikawasan mata air dekat Gua Batu ini kita dilarang untuk berenang.

Gua Batu Bantimurung
Puas sudah kami mengelilingi Taman Nasional Bantimurung, pokoknya buat kawan-kawan yang ingin melancong ke Taman Nasional Bantimurung, ane jamin nggak bakalan nyesel deh. Semoga informasi yang ane bagikan ini bermanfaat dan menjadi salah satu referensi tujuan wisata anda untuk menghabiskan akhir pekan.

Sunday, 31 January 2016

Candi Cangkuang

Wisata Sejarah di Garut

Sebagai warga Garut kali ini ane mau berbagi tentang seputar salah satu tujuan wisata yang ada di kabupaten Garut, Provisnsi Jawa Barat, Indonesia. Yaitu Candi Cangkuang yang terletak di Kampung Pulo, desa cangkuang, Kecamatan Leles, Garut. Nah Candi Cangkuang ini merupakan situs candi peninggalan Hindu yang diperkirakan dibangun sekitar abad ke-8. Selain itu di lokasi candi juga terdapat makam kuno Islam yang berada persis di samping bangunan candi.

Tepat disamping candi juga terdapat makam kuno Islam, serta tidak jauh dari lokasi candi juga terdapat Pemukiman Adat Kampung Pulo, pemukiman adat ini sangatlah unik, karena hanya terdiri dari 6 rumah dengan 6 kepala keluarga. Selain itu juga terdapat sebuah Situ (Danau) yang menambah cantik pemandangan di sekitar candi. Satu lagi nih ada juga museum yang juga letaknya cukup dekat dengan situs candi Cangkuang.

 

Keunggulan Candi Cangkuang

Berikut ane mau  sampaikan beberapa keunggulan dari objek wisata Candi Cangkuang yang ane himpun dari beberapa sumber. Semoga menjadi bahan referensi aganda liburan sobat-sobat semua yang masih kebingungan menentukan tempat yang asyik buat ngabisin akhir pekan bersama keluarga.

 

Candi Hindu Pertama di Tatar sunda

Candi Cangkuang merupakan Candi Hindu yang pertama kali ditemukan di tatar Sunda. Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1996 oleh tim peneliti Harsoyo dan Uka Tjandrasasmita berdasarkan laporan Vorderman dalam buku yang berjudul Notulen Bataviaasch Genotschap terbitan tahun 1893 mengenai adanya sebuah arca yang rusak serta makam kuno di bukit Kampung Pulo, Leles.

Bangunan Candi Cangkuang yang sekarang berdiri kokoh dan dapat kita saksikan hingga saat ini merupakan hasil pemugaran yang diresmikan pada tahun 1978. Namun bentuk asli dari Candi Cangkuang ini belumlah diketahui, karena sesungguhnya Candi Cangkuang yang terlihat sekarang ini merupakan hasil  rekayasa konstruksi, sebab bangunan aslinya hanya 40%-an.

Situ (Danau) Cangkuang

Candi Cangkuang di kelilingi oleh sebuah Situ (Danau dalam bahasa Indonesia). Jadi ketika kita hendak menuju lokasi Candi cangkuang kita harus menyebrangi Situ tersebut dengan menggunakan rakit yang banyak disewakan oleh penduduk sekitar Situ Cangkuang, untuk masaslah harga sewa rakit tenang aja nggak terlalu menguras isi dompet. Meskipun ukurannya nggak terlalu luas seperti kebanyakn situ (danau) pada umumnya. Namun Situ Cangkuang inilah yang menambah cantik suasana di Candi Cangkuang.

Makam Kuno

Yang menambah keunikan objek wisata Candi Cangkuang adalah terdapat sebuah makam kuno Islam, makam tersebut kemudian diketahui sebagai makam Arief  Muhammad yang oleh masyarakat sekitar disebut sebagai Makam Embah Dalem. Beliau diyakini sebagai sesepuh pendiri daerah tersebut. Makam ini terletak tepat disamping Candi cangkuang yang notabene merupakan candi Hindu. Arief Muhammad adalah seorang senopati dari kerajaan Mataram Islam. Di tempat ini beliau menyebarkan agama Islam kepada masyarakat sekitar yang sebelumnya beragama Hindu.

Ini merupakan sebuah bukti bahwa tolerasni beragama dan inkulturasi budaya di daerah ini masih sangat kuat, Hal ini terbukti dari letak makam Arief Muhammad yang notabene merupakan seorang pemuka agama Islam yang letaknya berdampingan dengan Candi Cangkuang yang notabene merupakan candi agama Hindu.

Pemukiman Adat kampung Pulo

Kampung Pulo merupakan sebuah kampung kecil, yang terdiri dari enam rumah dengan enam kepala keluarga serta satu masjid sebagai tempat beribadah. Di kampung Pulo ada sebuah aturan yang sudah turun temurun harus dipatuhi hingga saat ini. Sudah menjadi menjadi ketentuan adat bahwa jumlah rumah dan kepala keluarga itu harus enam dengan susunan tiga rumah diseblah kanan dan tiga rumah disebelah kiri yang saling berhadapan ditambah sebuah masjid.

Deretan dan bangunan rumah di Kampung Pulo ini tidak boleh ditambah ataupun dikurangi. Jadi ketika ada anggota keluarga yang menikah, keluarga baru itupun harus segera meninggalkan kampung adat tersebut dan diberi waktu paling lambat dua minggu setelah pernikahan.

Museum Candi Cangkuang

Beberapa meter dari Candi Cangkuang terdapat sebuah museum. Di museum ini menyimpan foto tentang penelitian Candi Cangkuang, ada juga koleksi naskah kuno yang pastinya mampu menarik perhatian banyak pengunjung. Naskah yang terdapat di museum Candi Cangkuang berjumlah kurang lebih 18 naskah, serta ada juga koleksi barang antik yeng berhasil ditemukan.

Akses Jalan Menuju Candi Cangkuang

Bagi sobat-sobat yang hendak berangkat dari Jakarta, akses menuju lokasi tidaklah begitu sulit. Secara umum waktu yang dapat ditempuh sekitar 4-6 jam perjalanan tergantung hari libur atau bukan. Bagi yang hendak menggunakan kendaraan umum menuju lokasi, sobat-sobat bisa menaiki bus tujuan Garut dari terminal Lebak Bulus maupun terminal Kampung Rambutan, kemudian turun di Alun-alun kecamatan Leles, ada baiknya minta kondektur bus agar mengingatkan sobat-sobat, biar gak kebablasan.

Selanjutnya sobat-sobat bisa melanjutkan perjalanan dengan menaiki delman atau andong menuju ke lokasi situs Candi Cangkuang, harganya pun relatif terjangkau, plus sobat-sobat bisa merasakan sensasi berbeda. Gak perlu khawatir bagi sobat-sobat yang takut naik delman atau andong, sobat-sobat bisa naik ojek menuju ke lokasi.

Saturday, 30 January 2016

Pantai Losari

Menyusuri Keindahan Tanah Bugis, Makassar Sulawesi Selatan

Sekitar satu tahun lebih, tepatnya awal tahun 2014. Ane meninggalkan pulau Sulawesi. Setelah hampir tiga tahun ane mengais rejeki di kota Makassar. Rasa kangen akan keindahan Sulawesi Selatan ane coba tuangkan dalam tulisan yang sederhana ini, yang mudah-mudahan bermanfaat bagi sobat-sobat yang akan melancong ke provinsi tersebut. Berikut tempat-tempat yang pernah ane kunjungi selama ada di Sulawesi selatan.

Pantai Losari

salah satu view pantai losari
Pertama kali ane menginjakan kaki di kota Makassar, Pantai Losari lah yang pertama kali ane tanyain sama partner kerja ane yang notabene asli orang situ.

Kebetulan jarak dari Panakukang, tempat ane kerja tidak begitu jauh, kira-kira kurang lebih setengah jam dengan menggunakan sepeda motor. Hampir sama dengan waktu yang ditempuh dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Pantai Losari, karena dari Bandara kita bisa lewat jalan tol menuju ke Pantai Losari.

Jadi akses jalan menuju Pantai losari cukup mudah dijangkau bagi ente-ente yang mau melancong dari luar Sulawesi, karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Nggak nyesel deh pokoknya berkunjung ke pantai yang satu ini.

Keunikan Pantai Losari

masjid terapung pantai losari
Yang menjadi daya tarik Pantai Losari menurut ane sebagai orang Jawa Barat, mungkin kalo di Bandung ibarat Alun-alun kota, yang menjadi ikon kota tersebut. Di Pantai Losari kita bisa menikmati Sunrise dan Sunset, disitu juga kita bisa nongkrong bersama atau sambil mencicipi berbagai makanan khas sulawesi selatan khususnya Makassar, karena disepanjang Pantai Losari Banyak restoran, kafe, atau pedagang kaki lima yang menjajakan makanan khas. Disana juga banyak terdapat lokasi buat berfoto bareng atau sekedar untuk selfie yang berlatar belakang pemandangan khas Pantai Losari.

Selain wisata khas pantai di sana juga terdapat sebuah masjid unik yang dibangun di atas laut yang menambah daya tarik keindahan di Pantai Losari. Orang-orang biasanya menyebut Masjid Terapung. Masjid ini juga terbilang belum lama dibangun. Disitu juga banyak dibuat ikon-ikon pahlawan serta etnik yang ada di provinsi Sulawesi Selatan.

Di pantai losari juga kita dapat menaiki sampan/perahu kecil yang banyak tersedia disekitar dermaga pantai, pokoknya asyik banget dah buat nongkrong atau hunting foto di Pantai Losari. Nah kalo dah puas keliling dan menikmati keindahan pantai Losari, kita bisa membeli aneka oleh-oleh khas Sulawesi Selatan khususnya Makassar yang letaknya di jalan Somba Opu, tak jauh dari lokasi wisata Pantai Losari. Selain itu bagi ente-ente yang mau menghabiskan malam di Pantai Losari disitu banyak tersedia penginapan/hotel.

Tak jauh dari lokasi juga terdapat sebuah benteng peninggalan Belanda, kalo nggak salah namanya Benteng Rotherdam. di sekitaran Benteng juga banyak lokasi nongkrong yang asyik atau untuk sekedar bersantai. Nah disekitar Pantai Losari juga kita bisa menyebrang ke pulau-pulau kecil dengan menyewa perahu yang disediakan penduduk sekitar pantai.

Kekurangan Pantai Losari

Nah yang agak sedikit mengganggu menurut ane waktu berkunjung ke Pantai Losari tuh banyaknya pengamen yang lalu lalang, dan terkadang sedikit memaksa. itu yang menurut ane sedikit mengganggu kenyamanan. Nggak tau juga nih kalo sekarang masih suka ada nggak yang ngamen di sekitaran Pantai Losari, menurut ane kalo mau ngamen sah-sah aja asalkan jangan maksa dan nggak usah keliling mending stay di tempat sambil nunjukin kreativitas, kalo yang ditampilkan ok, pengunjung pun nampaknya akan dengan suka rela ngasih sedikit rejekinya.

Selebihnya cukup okelah buat daftar kunjung ente-ente yang suka melancong atau traveller, dijamin gak bakalan nyesel berkunjung ke Pantai Losari yang letaknya tak jauh dari pusat kota Makassar.

Tips

Buat yang mau melancong ke Pantai Losari bagusnya dilakukan pada sore hari ketika matahari akan tenggelam, terutama bagi ente-ente yang hobi hunting foto buat mengabadikan momoen tenggelamnya matahari, karena pemandangan akan terasa lebih indah saat sore hari, serta cuaca tidak terlalu panas. semoga bermanfaat ya infonya.

Share juga pengalaman kalian kalo sudah pernah berkunjung ke Pantai Losari, buat nambah referensi.